cctv

 

 

 

 

 


Arsip Artikel

MELAYANI MASYARAKAT ITU MENYENANGKAN LOH..!!!
Oleh Yamin Mubarok

Sering orang mengatakan cape loh melayani orang lain itu. Kebanyakan orang selalu ingin dilayani dari pada melayani orang lain. Soal layan melayani mungkin mayoritas orang ingin menjadi penerima (layanan), bukan pemberi (layanan). Predikat kalimatnya lebih memilih kata pasif (di-layani) dari pada kata aktif (me-layani). Memang hal itu sangat subjektif, tergantung orangnya. Orang bilang yang memberi layanan itu PELAYAN dan penerima layanan itu RAJA.


Sejak adanya Reformasi Birokrasi, instansi publik menggalakan pelayanan yang prima kepada masyarakat penggguna layanan. Semua satuan kerja yang memiliki tusi pelayanan didorong dengan kuat untuk merubah mind set dan harus terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan. Pelayanan yang mudah, cepat dan tidak berbelit-belit menjadi jargon layanan yang prima. Tidak boleh ada korupsi, pungli dan gratifikasi dalam setiap pemberian layanan. Setiap jenis layanan harus ditentukan standar layanannya. Standar layanan tersebut harus memenuhi seluruh unsur komponen yang jelas. Komponen Standar Pelayanan yang terkait dengan proses penyampaian pelayanan (service point) meliputi: 1) Persyaratan 2) Sistem, mekanisme, dan prosedur 3) Jangka waktu pelayanan 4) Biaya/tarif 5) Produk pelayanan 6) Penanganan pengaduan, saran dan masukan/apresiasi (Lampiran Permenpan RB No. 15 Tahun 2014).


Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan peraturan perundang-undangan berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa (Pasal 10 UU N0. 5 Tahun 2014). Mereka sebagai abdi rakyat dan abdi negara. Mereka bertugas, di antaranya, untuk memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas. Karenanya, PNS dilarang melakukan tindakan atau tidak melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani (Pasal 5 huruf m PP No. 94 Tahun 2021). Pelanggaran terhadap larangan tersebut akan diberikan hukuman disiplin sedang, apabila pelanggaran berdampak negatif pada instansi yang bersangkutan (Pasal 13 huruf e PP N0. 94 Tahun 2021).


Perlukah ada perubahan yang radikal terhadap mind set kita dalam melayani?. Ya sangat perlu dilakukan, karena fakta yang terjadi jiwa melayani itu sudah mulai hilang. Ibarat ruh yang sudah keluar dari jasadnya. Orang yang sedang tidur kan seperti itu. Nah, ibarat orang yang sedang tidur itu, ya kita harus bangunkan. Ibarat orang yang pingsan, ya kita sadarkan. Merubah mind set yah dimulai dengan merubah pikiran bawah sadar kita dengan afirmasi positif. Pikiran itu akan merubah ucapan dan perbuatan kita dan akhirnya menjadi kebiasaan yang positif. Dulu inginnya dilayani, sekarang ingin dan senang melayani. Dulunya senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang, sekarang senang melihat orang lain senang dan sedih melihat orang lain susah. Dulunya banyak ngomong tanpa ada aksi nyata (NATO, No Action Talk Only), sekarang menjadi banyak aksi nyata.


Bagaimana melayani itu menyenangkan?. Melayani orang lain itu sebetulnya sangat menyenangkan, bagi orang yang faham. Bagi kita yang kerja di instansi publik atau di organisasi yang bergerak di pelayanan masyarakat, baik pemerintah maupun swasta, akan merasakan suasana itu. Lagi-lagi tergantung diri kitanya. Karena menyenangkan atau tidaknya tergantung bagaimana kita mengelola dan mengendalikan hati kita. Juga, bagaimana pandangan serta motivasi kita dalam melayani orang lain. Orang yang senang dan terbiasa dengan membantu orang lain dengan yang tidak, maka akan berbeda dalam sikap mereka dalam memberikan pelayanan kepada orang lain. Orang yang meyakini bahwa melayani orang lain itu bernilai ibadah dan berpahala dengan yang tidak meyakini itu, tentu akan berbeda pula dalam memberikan layanan. Bahkan, orang yang memberikan layanan dengan tujuan mendapatkan balas jasa dari orang yang dilayani, akan berbeda dengan orang yang melayani dengan tujuan untuk melaksanakan kewajiban (toh kita sudah digaji untuk melaksanakan tugas tersebut), ataupun yang tujuannya karena semata ingin mendapat pahala dari Alloh Yang Maha Kuasa.


Melayani orang lain itu berarti kita kita telah membantu mereka. Karena merasa terbantu, mereka akan senang gembira. Membantu orang lain itu kebaikan. Membuat orang lain bahagia juga itu kebaikan. Hanya dengan senyuman yang manis itu juga kebaikan. Dan setiap kebaikan itu akan dibalas oleh Alloh Yang Kuasa dengan kebaikan pula. Bukankan Alloh Yang Maha Kuasa telah menyatakan “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS. Ar Rahman : 60). “Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik.” (QS. An-Nahl : 30). “Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Baqarah : 195). “Tidak demikian, bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. Al-Baqarah : 112). “Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik, agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. Az-Zumar : 34-35). “Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”. (QS. al-A’raf : 56). Tidak kah kita senang bila melakukan kebaikan dan mendapatkan balasan kebaikan dari Alloh Yang Maha Kuasa?. Bukankah perbuatan kebaikan yang kita lakuakan kembali untuk kita sendiri. Jadi berbuat baik itu tidak ada ruginya untuk diri kita, malah kita dapat keuntungan. Sebaliknya bila kita melakukan keburukan, hal itu akan berdampak buruk untuk diri kita sendiri, dan bahkan orang lain juga terkena dampaknya. “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat buruk, ” (QS. Al-Isra : 7).


Coba kita tanya pada diri kita, jika posisi kita yang dilayani orang lain untuk memenuhi kebutuhan kita, apakah kita senang dan bahagia bila dilayani dengan baik dan menyenangkan?. Tentunya senang dan bahagia. Dan apakah kita senang melihat orang yang kita layani bahagia?. Ya tentu kita bahagia. Kalau tidak senang melihat orang lain bahagia, tentu ada masalah atau penyakit dalam hati kita. Ini lah yang harus diobati.


So melayani masyarakat yang kita layani di kantor kita itu pasti menyenangkan. Banyak hal kebaikan yang kita lakukan dan sekaligus kita peroleh dan orang lain pun merasakan kebaikan itu. Mari kita mulai dari diri kita sendiri, mulai dari sekarang dan mulai dari hal yang terkecil untuk bisa melayani mayarakat yang membutuhkan pelayanan kita dengan senyuman, wajah yang berseri-seri, untaian kata yang lembut dan indah, dengan penuh kebahagiaan yang terpancar, dengan penuh perhatian, kepedulian dan kesungguhan dalam melayani. Kita Senang mereka pun senang. Kita Bahagia mereka pun bahagia.


Coba kita fahami dan renungkan beberapa ungkapan yang disampaikan oleh Rasululloh SAW :
“Allah selalu menolong orang selama orang itu selalu menolong saudaranya (semuslim).” Hadits riwayat Ahmad
“Barangsiapa yang berusaha melapangkan suatu kesusahan kepada seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melapangkannya dari suatu kesusahan di hari kiamat dan barang siapa yang berusaha memberi kemudahan bagi orang yang kesusahan, maka Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat. Barang siapa yang berusaha menutupi kejelekan orang Islam, Allah akan menutupi kejelekannya di dunia dan akhirat. Allah selalu membantu hamba-Nya selama hamba itu menolong sesama saudaranya.” Hadits riwayat Muslim
“Pertolonganmu terhadap orang lemah adalah sodaqoh yang paling afdol.” Hadits riwayat Ibnu Abi Addunia dan Asysyihaab.
“Bantulah saudaramu, baik dalam keadaan sedang berbuat zhalim atau sedang teraniaya. Ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, kami akan menolong orang yang teraniaya. Bagaimana menolong orang yang sedang berbuat zhalim?” Beliau menjawab: “Dengan menghalanginya melakukan kezhaliman. Itulah bentuk bantuanmu kepadanya.” Hadits riwayat Bukhori
"Ya Allah, barangsiapa yang diberi tanggung jawab untuk menangani urusan umatku, lalu ia mempersulit mereka, maka persulitlah hidupnya. Dan barangsiapa yang diberi tanggung jawab untuk mengurusi umatku, lalu ia memudahkan urusan mereka, maka mudahkanlah hidupnya." Hadits riwayat Muslim


KEBAIKAN AKAN MEMANTULKAN KEBAIKAN DAN KEBAHAGIAAN AKAN MEMANCARKAN KEBAHAGIAAN
MELAYANI MASYARAKAT YANG MEMBUTUHKAN ITU MENYENANGKAN DAN SANGAT MENYENANGKAN. KITA SENANG DAN ORANG LAIN PUN BAHAGIA
PANCARKAN KEBAHAGIAN DI SEMUA SUDUT LAYANAN YANG KITA BERIKAN. KITA BAHAGIA, PENGGUNA LAYANAN PUN BAHAGIA

Add comment

Security code
Refresh