Arsip Berita
Lebih dari Sekadar Berkas:
Komitmen Pengadilan Agama Banjar Menenun Keadilan yang Humanis
BANJAR –05 Mei 2026 Suasana ruang sidang utama di Pengadilan Agama (PA) Banjar tampak berbeda pagi itu. Bukan sekadar rutinitas koordinasi, pertemuan pembinaan dan pengawasan dari Hakim Tinggi Pengawas PTA Bandung beserta tim yang berjalan selama 2 hari pada tanggal 04-05 Mei 2026 kali ini terasa seperti sebuah refleksi mendalam. Agenda ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran, mulai dari pimpinan hingga staf, untuk menyamakan langkah: bahwa perbaikan bukan hanya soal angka di atas kertas, tapi tentang bagaimana kehadiran institusi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menyambut dengan hati, melayani dengan inovasi merupakan salah satu sorotan utama dalam pertemuan ini yaitu transformasi wajah pelayanan. Proses pembaruan backdrop ruang tunggu sidang, ruang pelayanan PTSP dan pembenahan website bukan semata-mata soal estetika.
"Kita ingin masyarakat yang datang membawa beban persoalan, merasa disambut dengan suasana yang menenangkan dan informasi yang transparan," ujar Rustandi, S.Ag dalam arahan tersebut. Website instansi kini dipacu untuk menjadi jendela informasi yang hidup, menampilkan inovasi seperti 'Mojang' hingga sarana publik terbaru, sebagai bukti bahwa PA Banjar terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman.
Di ruang kepaniteraan dan teknis peradilan, diskusi mengalir lebih dalam. Hal-hal teknis seperti ketelitian input NIK, kecepatan unggah dokumen elektronik (e-doc), hingga sinkronisasi diktum putusan menjadi perhatian serius.
Pesan yang disampaikan Hidayat, S.H. sangat menyentuh: "ketelitian merupakan bentuk empati terkecil", satu digit angka yang salah atau keterlambatan satu hari dalam pelayanan, mungkin terlihat teknis bagi sistem, namun bagi masyarakat pencari keadilan, itu adalah soal kepastian hidup. Oleh karena itu, para Hakim dan staf diminta untuk selalu "membaca dengan hati" setiap berkas sebelum ditandatangani, memastikan tidak ada hak masyarakat yang terabaikan.
Drs Yayan Atmaja, S.H., M.H. menyampaikan dari sisi internal, penguatan fondasi organisasi dilakukan melalui peninjauan ulang SOP dan penyesuaian SKP yang lebih merata. Hal ini memastikan bahwa setiap aparatur memiliki peran yang jelas dalam menyumbangkan keahliannya. Semangat kolektif ini merupakan bahan bakar utama menuju target besar tahun depan: meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
"Perbaikan ini adalah kehendak kita bersama. Kita ingin pulang ke rumah dengan perasaan bangga, bahwa hari ini ada satu lagi senyum masyarakat yang tercipta karena layanan kita yang cepat dan tepat," pungkasnya.
Melalui pembinaan ini, PA Banjar menegaskan kembali identitasnya. Bahwa di balik jubah toga dan tumpukan berkas perkara, ada detak jantung pengabdian yang ingin memastikan keadilan bukan hanya diputuskan, tapi juga dirasakan.








